KATA
PENGANTAR
Assalaamu’alaikum
Wr.Wb,
Rasa syukur kami panjatkan kepada Allah swt,
karena berkat rahmat dan hidayah-Nya yang selalu tercurah kepada kita semua.
Pada kesempatan ini
melalui tangan dan pemikiran kami, kami berkesempatan untuk dapat menyusun
sebuah makalah tentang “Manfaat
dokumentasi kebidanan dalam aspek pendidikan”
Kami menyadari bahwa makalah ini belum
sepenuhnya dapat menjadi karya yang sempurna, oleh karena itu kami selalu menunggu kritik dan
saran dari para pembaca
demi kesempurnaan karya selanjutnya.
Akhir kata,
kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung
pembuatan makalah ini, sehingga dapat diselesaikan sesuai target. Kami berharap, makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semoga
segala usaha kita diridhoi oleh Allah
swt, Amin.
Wassalamu’alaikum
Wr.Wb
Yogyakarta, 30 September 2013
Penyusun,
DAFTAR ISI
Kata pengantar
.............................................................................. 1
Daftar isi
......................................................................................... 2
BAB 1
..................................................................................................
Pendahuluan
.................................................................................... 3
1.1 Latar belakang
................................................................. 3
1.2 Rumusan masalah ............................................................ 4
1.3 Tujuan
.............................................................................. 4
BAB II
................................................................................................
Pembahasan .....................................................................................
2.1
BAB III
Tinjauan teori ................................................................................... 5
3.1
Kesimpulan
......................................................................... 5
3.2
Saran
................................................................................... 6
Daftar Pustaka
.............................................................................. 18
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang
Salah satu upaya
yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan adalah dengan
adanya sistem pendokumentasian yang baik. Sistem pendokumentasian yang
dilaksanakan dapat memberikan manfaat salah satunya dapat dijadikan sebagai
data pendidikan dan merupakan dokumen yang syah. Dalam kebidanan banyak hal
penting yang harus didokumentasikan yaitu segala asuhan atau tindakan yang
diberikan oleh bidan baik pada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi dan keluarga
berencana.
Dokumentasi ini perlu karena dapat
digunakan sebagai bahan untuk mempertanggungjawabkan tindakan yang dilakukan
dan juga bila ada kejadian gugatan, maka dokumentasi kebidanan dapat membantu.
Bidan sebagai tenaga kesehatan dan pelaksana asuhan kebidanan, bidan wajib mencatat dan melaporkan kegiatannya yang dokumentasinya harus tersimpan dengan baik. Aspek pelayanan yang didokumentasikan adalah semua pelayanan mandiri yang diberikan oleh bidan, pelayanan konsultasi dan pelayanan kolaborasi.
Bidan sebagai tenaga kesehatan dan pelaksana asuhan kebidanan, bidan wajib mencatat dan melaporkan kegiatannya yang dokumentasinya harus tersimpan dengan baik. Aspek pelayanan yang didokumentasikan adalah semua pelayanan mandiri yang diberikan oleh bidan, pelayanan konsultasi dan pelayanan kolaborasi.
1.2 Rumusan Masalah
-
Apa yang dimaksud dengan dokumentasi kebidanan?
-
Apa manfaat dokumentasi kebidanan dalam aspek pendidikan?
-
Seberapa penting dokumentasi kebidanan dalam aspek pendidikan?
1.3 Tujuan
-
Memahami apa yang dimaksud dengan dokumentasi kebidanan
-
Memahami apa manfaat dokumentasi kebidanan dalam aspek pendidikan
-
Memahami seberapa penting dokumentasi kebidanan dalam aspek kebidanan
BAB II
Pembahasan
2.1
Pengertian Dokumentasi
Dokumentasi dalam
asuhan kebidanan adalah suatu pencatatan yang lengkap dan akurat terhadap
keadaan/kejadian yang dilihat dalam pelaksanaan asuhan kebidanan (proses asuhan
kebidanan)
2.2
Fungsi Dokumentasi
a. Sebagai
dokumen yang sah sebagai bukti atas asuhan yang telah di berikan
b. Sebagai
sarana komunikasi dalam tim kesehatan yang memberikan asuhan
c. Sebagai
sumber data yang memberikan gambaran tentang kronologis kejadian kondisi
yang terobservasi untuk mengikuti perkembangan dan evaluasi respon pasien
terhadap asuhan yang telah di berikan
d. Sebagai
sumber data penting untuk pendidikan dan penelitian
2.3 Yang perlu diperhatikan dalam
Dokumentasi
a. Jangan
mencoret – coret tulisan yang salah , karena akan terlihat seperti bidan
mencoba menutupi sesuatu / informasi atau merusak catatan. Jika ada kesalahan
dalam mencatat lebih baik diberi garis pada tulisan yang salah dengan diberi
catatan “ salah “ dan diberi paraf dan kemudian ditulis catatan yang benar.
b. Jangan
memberi komentar / menulis hal yang bersifat mengkritik klien atau tenaga
kesehatan lain. Ditulis hanya uraian obyektif perilaku klien atau tindakan yang
dilakukan.
c. Koreksi
terhadap kesalahan dibuat dengan segera mungkin , karena kesalahan mencatat
dapat diikuti dengan kesalahan tindakan.
d. Catat
hanya fakta , jangan membuat spekulasi atau perkiraan dari situasi yang ada.
e. Semua
catatan harus ditulis dengan tinta dan menggunakan bahasa yang lugas dan jelas
( hindari istilah-istilah yang tidak dimengerti). Karena tulisan yang tidak
dimengerti dapat disalah tafsirkan dan menimbulkan persepsi yang salah (jangan
pakai pensil , karena mudah terhapus).
f.
Hindari catatan yang
bersifat umum , karena informasi yang specific tentang klien atau tentang
keadaannya akan hilang.
g. Ingat
bahwa bidan bertanggung jawab atas informasi yang dicatatnya / ditulisnya.
Asuhan kebidanan komprehensif membutuhkan data informasi yang lengkap, obyektif
, dapat dipercaya , karena hal tersebut.dapat menjadi bumerang bagi bidan jika
dilaksanakan secara tidak sesuai ketentuan yang ada.
3
Prinsip- prinsip Teknik Pencatatan
a. Mencantumkan
nama jelas pasien pada setiap lembaran observasi atau pemeriksaan.
b. Menulis
dengan tinta hitam (tidak boleh pakai pensil), supaya tidak terhapus dan bila
perlu foto copy akan lebih jelas.
c. Menuliskan
tanggal, jam, pemeriksaan, tindakan atau observasi yang dilakukan sesuai dengan
temuan yang obyektif (kenyataan) dan bukan interpretasi (hindari kata penilaian
seperti tampaknya, rupanya).
d. Tuliskan
nama jelas pada setiap pesanan, hasil observasi dan pemeriksaan oleh orang yang
melakukan.
e. Hasil
temuan digambarkan secara jelas termasuk posisi, kondisi, tanda, gejala, warna,
jumlah dan besar dengan ukuran yang lazim dipakai. Memakai singkatan atau
simbol yang sudah di sepakati, misalnya KU, Ket +, KPD, Let kep, Let Su, S/N, T
dan lain-lain.
f.
Interpretasi data
objektif harus di dukung oleh observasi.
g. Kolom
tidak dibiarkan kosong tetapi dibuat tanda penutup. Misalnya dengan garis atau
tanda silang.
h. Bila
ada kesalahan menulis, tidak diperkenankan menghapus, (ditutup, atau ditip’ex),
tetapi dicoret dengan garis dan membubuhkan paraf disampingnya.
4
Model Dokumentasi
Asuhan Kebidanan
Model dokumentasi yang digunakan dalam asuhan kebidanan adalah dalam
bentuk catatan perkembangan, karena bentuk asuhan yang diberikan
berkesinambungan dan menggunakan proses yang terus menerus (Progress Notes).
Bentuk dokumentasi ini sangat cocok digunakan oleh tenaga kesehatan yang
memberikan asuhan secara berkesinambungan, sehingga perkembangan klien dapat
dilihat dari awal sampai akhir.
5
Dengan menggunakan
SOAP
S= Data informasi yang subjektif (mencatat hasil anamnesa)
O= Data informasi Objektif (Hasil pemeriksaan, observasi)
A = Mencatat hasil Analisa (diagnosa dan masalah Kebidanan)
P = Mencatat seluruh penatalaksanaan yang dilakukan (tindakan antisipasi, tindakan segera, tindakan rutin, penyuluhan , support, kolaborasi, rujukan dan evaluasi/follow up)
S= Data informasi yang subjektif (mencatat hasil anamnesa)
O= Data informasi Objektif (Hasil pemeriksaan, observasi)
A = Mencatat hasil Analisa (diagnosa dan masalah Kebidanan)
P = Mencatat seluruh penatalaksanaan yang dilakukan (tindakan antisipasi, tindakan segera, tindakan rutin, penyuluhan , support, kolaborasi, rujukan dan evaluasi/follow up)
Dokumentasi
SOAP ini di catat pada lembar catatan perkembangan yang ada dalam rekam medik
pasien.
6
Manfaat
dokumentasi kebidanan dalam aspek pendidikan
Dokumentasi
mempunyai manfaat pendidikan karena isinya menyangkut kronologis dari
kegiatan asuhan yang dapat dipergunakan sebagai bahan atau
referensi pembelajaran bagi siswa atau profesi. Dokumentasi Kebidanan berisi
data informasi tentang perkembangan kronologis dan kegiatan pelayanan medik
yang diberikan kepada pasien. Maka informasi tersebut dapat dipergunakan
sebagai bahan atau referensi pendidikan.
BAB III
Penutup
3.1
Kesimpulan
3.2
Saran
Lina Fitriani, SST. Dokumentasi kebidanan.2010
Wildan Moh, dkk. 2008. Dokumentasi Kebidanan. Salemba Medika : Jakarta
Wildan Moh, dkk. 2008. Dokumentasi Kebidanan. Salemba Medika : Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar