Jumat, 31 Oktober 2014

Manfaat Dokumentasi Dalam Aspek Pendidikan



KATA PENGANTAR

Assalaamu’alaikum Wr.Wb,                                                                                 

Rasa syukur kami panjatkan kepada Allah swt, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya yang selalu tercurah kepada kita semua. Pada kesempatan ini melalui tangan dan pemikiran kami, kami berkesempatan untuk dapat menyusun sebuah makalah tentang “Manfaat dokumentasi kebidanan dalam aspek pendidikan”
Kami menyadari bahwa makalah ini belum sepenuhnya dapat menjadi karya yang sempurna, oleh karena itu kami selalu menunggu kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan karya selanjutnya.
Akhir kata, kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung pembuatan makalah ini, sehingga dapat diselesaikan sesuai target. Kami berharap, makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semoga segala usaha kita diridhoi oleh Allah swt, Amin.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb




Yogyakarta, 30 September 2013



                                                                                                            Penyusun,

DAFTAR  ISI
Kata pengantar ..............................................................................  1
Daftar isi .........................................................................................  2
BAB 1 ..................................................................................................
Pendahuluan ....................................................................................  3
1.1  Latar belakang .................................................................       3
1.2  Rumusan masalah ............................................................       4
1.3  Tujuan ..............................................................................      4
BAB II ................................................................................................
Pembahasan ..................................................................................... 
2.1   
           

BAB III
Tinjauan teori ...................................................................................  5
3.1     Kesimpulan .........................................................................   5
3.2     Saran ...................................................................................   6
Daftar Pustaka ..............................................................................   18









BAB I
Pendahuluan

1.1  Latar Belakang
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan adalah dengan adanya sistem pendokumentasian yang baik. Sistem pendokumentasian yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat salah satunya dapat dijadikan sebagai data pendidikan dan merupakan dokumen yang syah. Dalam kebidanan banyak hal penting yang harus didokumentasikan yaitu segala asuhan atau tindakan yang diberikan oleh bidan baik pada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi dan keluarga berencana.
Dokumentasi ini perlu karena dapat digunakan sebagai bahan untuk mempertanggungjawabkan tindakan yang dilakukan dan juga bila ada kejadian gugatan, maka dokumentasi kebidanan dapat membantu.
Bidan sebagai tenaga kesehatan dan pelaksana asuhan kebidanan, bidan wajib mencatat dan melaporkan kegiatannya yang dokumentasinya harus tersimpan dengan baik. Aspek pelayanan yang didokumentasikan adalah semua pelayanan mandiri yang diberikan oleh bidan, pelayanan konsultasi dan pelayanan kolaborasi.
1.2  Rumusan Masalah
-          Apa yang dimaksud dengan dokumentasi kebidanan?
-          Apa manfaat dokumentasi kebidanan dalam aspek pendidikan?
-          Seberapa penting dokumentasi kebidanan dalam aspek pendidikan?

1.3  Tujuan
-          Memahami apa yang dimaksud dengan dokumentasi kebidanan
-          Memahami apa manfaat dokumentasi kebidanan dalam aspek pendidikan
-          Memahami seberapa penting dokumentasi kebidanan dalam aspek kebidanan

BAB II
Pembahasan

2.1  Pengertian Dokumentasi
Dokumentasi dalam asuhan kebidanan adalah suatu pencatatan yang lengkap dan akurat terhadap keadaan/kejadian yang dilihat dalam pelaksanaan asuhan kebidanan (proses asuhan kebidanan)
2.2  Fungsi Dokumentasi
a.       Sebagai dokumen yang sah sebagai bukti atas asuhan yang telah di berikan
b.      Sebagai sarana komunikasi dalam tim kesehatan yang memberikan asuhan
c.       Sebagai sumber data yang memberikan gambaran tentang kronologis kejadian kondisi  yang terobservasi untuk mengikuti perkembangan dan evaluasi respon pasien terhadap asuhan yang telah di berikan
d.      Sebagai sumber data penting untuk pendidikan dan penelitian

2.3  Yang perlu diperhatikan dalam Dokumentasi
a.       Jangan mencoret – coret tulisan yang salah , karena akan terlihat seperti bidan mencoba menutupi sesuatu / informasi atau merusak catatan. Jika ada kesalahan dalam mencatat lebih baik diberi garis pada tulisan yang salah dengan diberi catatan “ salah “ dan diberi paraf dan kemudian ditulis catatan yang benar.
b.      Jangan memberi komentar / menulis hal yang bersifat mengkritik klien atau tenaga kesehatan lain. Ditulis hanya uraian obyektif perilaku klien atau tindakan yang dilakukan.
c.       Koreksi terhadap kesalahan dibuat dengan segera mungkin , karena kesalahan mencatat dapat diikuti dengan kesalahan tindakan.
d.      Catat hanya fakta , jangan membuat spekulasi atau perkiraan dari situasi yang ada.
e.      Semua catatan harus ditulis dengan tinta dan menggunakan bahasa yang lugas dan jelas ( hindari istilah-istilah yang tidak dimengerti). Karena tulisan yang tidak dimengerti dapat disalah tafsirkan dan menimbulkan persepsi yang salah (jangan pakai pensil , karena mudah terhapus).
f.        Hindari catatan yang bersifat umum , karena informasi yang specific tentang klien atau tentang keadaannya akan hilang.
g.       Ingat bahwa bidan bertanggung jawab atas informasi yang dicatatnya / ditulisnya. Asuhan kebidanan komprehensif membutuhkan data informasi yang lengkap, obyektif , dapat dipercaya , karena hal tersebut.dapat menjadi bumerang bagi bidan jika dilaksanakan secara tidak sesuai ketentuan yang ada.
3        Prinsip- prinsip Teknik Pencatatan
a.       Mencantumkan nama jelas pasien pada setiap lembaran observasi atau pemeriksaan.
b.      Menulis dengan tinta hitam (tidak boleh pakai pensil), supaya tidak terhapus dan bila perlu foto copy akan lebih jelas.
c.       Menuliskan tanggal, jam, pemeriksaan, tindakan atau observasi yang dilakukan sesuai dengan temuan yang obyektif (kenyataan) dan bukan interpretasi (hindari kata penilaian seperti tampaknya, rupanya).
d.      Tuliskan nama jelas pada setiap pesanan, hasil observasi dan pemeriksaan oleh orang yang melakukan.
e.      Hasil temuan digambarkan secara jelas termasuk posisi, kondisi, tanda, gejala, warna, jumlah dan besar dengan ukuran yang lazim dipakai. Memakai singkatan atau simbol yang sudah di sepakati, misalnya KU, Ket +, KPD, Let kep, Let Su, S/N, T dan lain-lain.
f.        Interpretasi data objektif harus di dukung oleh observasi.
g.       Kolom tidak dibiarkan kosong tetapi dibuat tanda penutup. Misalnya dengan garis atau tanda silang.
h.      Bila ada kesalahan menulis, tidak diperkenankan menghapus, (ditutup, atau ditip’ex), tetapi dicoret dengan garis dan membubuhkan paraf disampingnya.
4        Model Dokumentasi Asuhan Kebidanan
Model dokumentasi yang digunakan dalam asuhan kebidanan adalah dalam bentuk catatan perkembangan, karena bentuk asuhan yang diberikan berkesinambungan dan menggunakan proses yang terus menerus (Progress Notes). Bentuk dokumentasi ini sangat cocok digunakan oleh tenaga kesehatan yang memberikan asuhan secara berkesinambungan, sehingga perkembangan klien dapat dilihat dari awal sampai akhir.
5        Dengan menggunakan SOAP
S= Data informasi yang subjektif (mencatat hasil anamnesa)
O= Data informasi Objektif (Hasil pemeriksaan, observasi)
A = Mencatat hasil Analisa (diagnosa dan masalah Kebidanan)
P = Mencatat seluruh penatalaksanaan yang dilakukan (tindakan antisipasi, tindakan segera, tindakan rutin, penyuluhan , support, kolaborasi, rujukan dan evaluasi/follow up)
Dokumentasi SOAP ini di catat pada lembar catatan perkembangan yang ada dalam rekam medik pasien.
6        Manfaat dokumentasi kebidanan dalam aspek pendidikan
Dokumentasi mempunyai manfaat pendidikan karena isinya menyangkut kronologis dari kegiatan    asuhan yang dapat dipergunakan sebagai bahan atau referensi pembelajaran bagi siswa atau profesi. Dokumentasi Kebidanan berisi data informasi tentang perkembangan kronologis dan kegiatan pelayanan medik yang diberikan kepada pasien. Maka informasi tersebut dapat dipergunakan sebagai bahan atau referensi pendidikan.
BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan

3.2 Saran
Lina Fitriani, SST. Dokumentasi kebidanan.2010
Wildan Moh, dkk. 2008. Dokumentasi Kebidanan. Salemba Medika : Jakarta

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar